Mungkin tak banyak warga Kota Cilegon yang mengetahui keberadaan pemukiman ini. Ada yang menyebutnya: Kampung Kapang. Dihuni oleh warga yang berasal dari Gerem, Merak, Citangkil, Warnasari, Kubangsari, Anyer, Indramayu, Cirebon.
Di sini warga mendirikan gubuk untuk tempat tinggal dari papan bekas beratap ‘welit’ atau asbes bekas proyek. Terdapat juga dua mushola sederhana yang dibangun dari bahan-bahan bekas bangunan atau bekas proyek. Masing-masing berjarak kurang dari 800 meter. Sebagai media penerangan di malam hari, warga hanya mengandalkan lampu petromak atau lampu teplok saja.
Lokasi perkampungan ini dapat dicapai dengan berjalan kaki atau mengendarai kendaraan bermotor dari SPIJ kawasan industri KS atau dari Link. Kruwuk, Tegal Wangi, Rawa Arum. Warga menggarap lahan ‘nganggur’ milik perusahaan di sekitar untuk ditanami padi atau palawija. Selain juga mereka beternak kambing atau kerbau yang kebanyakan milik orang lain.
Dengan kondisi pemukiman demikian seolah warga daerah ini tak tersentuh pembangunan. Jangan tanya soal pembangunan di sini. Orang partai atau tim sukses hanya datang kemari saat ada pemilu atau pilkada saja. Sesudahnya mereka tak datang kembali.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar