Selasa, 27 Januari 2015

Imajinasi, Fantasi, dan Khayalan

     Serupa tapi tak sama. Kata yang cocok untuk ketiga kata di atas. Namun, pada hakikatnya diantara ketiga kata tersebut terdapat perbedaan, yang bahkan perbedaan tersebut bisa jadi sangat mencolok.
1.    Imajinasi
Imajinasi merupakan gambaran ideal dari suatu gagasan atau cita-cita yang diimpikan. Oleh sebab itu, salah besar jika ada orang yang mengatakan bahwa imajinasi sama halnya dengan khayalan. Perlu diketahui bahwa imajinasi bukan sekedar angan yang mengambang-ambang di awang layaknya sebuah khayalan. Ia adalah semangat yang akan membumikan cita-cita. Di dalam imajinasi terdapat usaha, yang dapat mengatur, mengolah, menata pola pengembangan cita-cita secara terukur, sehingga memiliki parameter untuk menggapai keberhasilan dari cita-citanya tersebut. Biasanya, ketika seseorang telah berimajinasi, muncullah berbagai macam visi dalam kehidupannya. Misalnya, seseorang yang berimajinasi menjadi seorang penulis terkenal yang tanda tangannya diperebutkan banyak orang. Maka setelah itu, mulailah ia membuat visi, misalnya saya akan menjadi penulis terkenal di tahun 2014. Jadi, untuk mendapatkan sebuah visi dalam kehidupan kita, hal pertama yang harus kita lakukan adalah BERIMAJINASI.
2.    Fantasi
Fantasi merupakan sebuah mimpi yang berkembang di luar jangkauan manusia sehingga tidak memiliki parameter yang real dalam mewujudkannya. Lain halnya dengan imajinasi, fantasi lebih bersifat TERLALU mengada-ada. Pasalnya, antara impian dan kenyataan benar-benar tidak dapat dikoneksikan. Yah misalnya saja kita ingin kembali ke kehidupan kita di masa yang lalu.
3.    Khayalan
Khayalan atau ilusi menurut Muhammad Muhibbudin merupakan wujud dari kepalsuan. Menurut Baehaqie (2005), ilusi merupakan persepsi yang salah dan palsu. Secara terminologis, ilusi berarti ide, keyakinan, atau kesan tentang sesuatu yang jelas-jelas keliru. Jika dianalogikan, ilusi itu sama halnya dengan sebuah pensil yang apabila dicelupkan kedalam air, maka ia akan terlihat bengkok. Padahal aslinya sih tetap lurus, tidak bengkok sama sekali. Ilusi tidak menghasilkan usaha dan tidak menuntut peran sensoris secara benar.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar