Selasa, 27 Januari 2015

Filsafat Ilmu Pengetahuan dan Maknanya bagi Pendidikan

Arti penting filsafat ilmu pengetahuan bagi pendidikan terkait pula dengan besarnya kebutuhan dewasa ini untuk mempersambungkan atau mempertemukan satu disiplin ilmu dengan disiplin ilmu yang lain. Keniscayaan untuk memecahkan masalah-masalah mendasar dalam kehidupan umat manusia kini dan di masa depan, justru mengharuskan berbagai cabang ilmu pengetahuan agar eksistensinya dipertautkan oleh adanya titik temu. Persoalan-persoalan ekologi, teknologi, ekonomi, sosial dan budaya yang tengah dihadapi umat manusia kini berada dalam situasi yang sangat rumit dan kompleks. Penyelesaian terhadap persoalan-persoalan tersebut mengharuskan adanya kerja sama antar-berbagai disiplin ilmu, mengharuskan adanya solusi masalah secara interdisipliner. Di sinilah lalu sangat terasa pentingnya filsafat ilmu pengetahuan, agar supaya seluruh kehendak penyatuan ilmu dapat dilakukan secara saksama.
 
Dunia pendidikan, bagaimana pun, harus mengambil suatu peranan untuk turut serta memajukan masyarakat. Agenda-agenda sosio-kultural apa yang harus dilakukan masyarakat agar masyarakat maju dan berkembang, seyogyanya ditangkap oleh dunia pendidikan. Dunia pendidikan dituntut membantu memberikan penerangan kepada masyarakat bagaimana agar masyarakat mampu maju dan berkembang menghadapi tantangan zaman baru. Sementara, tantangan zaman baru itu ditandai oleh semakin menguatnya peran ilmu pengetahuan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. Inilah yang dapat menjelaskan, mengapa knowledge based society dewasa ini berkembang menjadi fenomena yang menonjol dalam kehidupan masyarakat. Dan sejalan dengan fenomena tersebut maka ilmu pengetahuan tidak cukup lagi dimengerti secara parsial. Ilmu pengetahuan mutlak dimengerti secara utuh dari sisi ontologi, epistemologi dan aksiologi. Di sinilah lalu mendesak adanya pemahaman secara saksama terhadap filsafat ilmu pengetahuan. Bahkan, sudah saatnya filsafat ilmu pengetahuan mendapatkan perhatian secara sungguh-sungguh dari dunia pendidikan.
 
Makna filsafat ilmu pengetahuan bagi dunia pendidikan pada akhirnya bersinggungan dengan krisis yang terus-menerus dihadapi masyarakat. Dunia pendidikan harus tampil ke depan membantu masyarakat mengatasi berbagai macam krisis. Untuk keperluan itu, dunia pendidikan harus inspiratif, atau niscaya mampu mencetuskan gagasan-gagasan baru yang memang bermanfaat bagi masyarakat dalam hal membebaskan diri dari belenggu krisis. Pada titik ini dunia pendidikan dituntut memiliki kecanggihan dalam hal penguasaan terhadap ilmu pengetahuan, yaitu menguasaan ilmu pengetahuan hingga pada level ketuntasan ontologi, epistemologi dan aksiologi. Dan melalui pemahaman berdasarkan perspektif filsafat ilmu pengetahuan itulah maka setiap disiplin ilmu lebih mudah diteropong aspek ontologi, epistemologi dan aksiologinya.

Macam-Macam Kebenaran

Kebenaran bermacam macam, tergantung dari sudut mana seseorang memandangnya
a.   Dari segi perantara
  • Kebenaran Indrawi (Empiris) : yang ditemui dalam pengamatan pengalaman
  • Kebenaran Ilmiah (Rational) : yang melewati konsepsi akal
  • Kebenaran Filosofis (Reflective Thinking) : yang dicapai dengan perenungan 
  • Kebenaran Religius (Supernatural) : yang diterima melalu wahyu Illahi
b.   Dari segi kekuasaan
  • Kebenaran Subyektif : yang hanya diterima oleh subjek pengamat sendiri
  • Kebenaran Obyektif : yang diakui tidak hanya oleh subyek pengamat, tetapi juga oleh subyek-subyek lain.
c.   Dari segi luas berlakunya
  • Kebenaran Individual : yang berlaku bagi perorangan
  • Kebenaran Universal : yang berlaku bagi semua orang
d.   Dari segi kualitasnya
  • Kebenaran Dasar : yaitu kebenaran yang paling rendah (=minim)
  • Kebenaran Nisbi : yaitu kebenaran yang satu atau beberapa tingkat diatas kebenaran dasar, namun belum sempurna (=relatif)
  • Kebenaran Mutlak : Kebenaran yang sempurna, yang sejati, yang hakiki (=absolut)




Mengapa Mata tidak bisa Berbohong?

1. Karena mata reflesi hati, jika hatinya tiada kebohongan maka mataanya akan memandang dengan kejujuran.
2.  Karena mata emosi hati, jika hati sedih atau terharu ia bisa saja mengeluarkan air mata sebagai tandanya, atau saat emosi hati ada amarah maka yang terjadi mata melotot dan memerah.
3.  Karena mata sahabat setia hati yang berdialog dengan penglihatan dan nurani. Itu kenapa hanya hati yang mendapat istilah ‘mata hati’ (tidak ada mata jantung, mata paru-paru, mata lambung).
4. Karena mata simbol lahiriah dan hati simbol batiniah, keseimbangan keduanya sangat membantu kelangsungan hidup si pemiliknya. Itu kenapa ada istilah bahwa yang menutup matanya berarti menutup hatinya. Lihat saja para pejabat yang koruptor mereka menutup mata dari perut-perut lapar, sehingga menutup hatinya dari kepedulian sosial. Karena ketidak seimbangan lahirian dan batiniah inilah menyebabkan seseorang ‘gelap mata’.

Imajinasi, Fantasi, dan Khayalan

     Serupa tapi tak sama. Kata yang cocok untuk ketiga kata di atas. Namun, pada hakikatnya diantara ketiga kata tersebut terdapat perbedaan, yang bahkan perbedaan tersebut bisa jadi sangat mencolok.
1.    Imajinasi
Imajinasi merupakan gambaran ideal dari suatu gagasan atau cita-cita yang diimpikan. Oleh sebab itu, salah besar jika ada orang yang mengatakan bahwa imajinasi sama halnya dengan khayalan. Perlu diketahui bahwa imajinasi bukan sekedar angan yang mengambang-ambang di awang layaknya sebuah khayalan. Ia adalah semangat yang akan membumikan cita-cita. Di dalam imajinasi terdapat usaha, yang dapat mengatur, mengolah, menata pola pengembangan cita-cita secara terukur, sehingga memiliki parameter untuk menggapai keberhasilan dari cita-citanya tersebut. Biasanya, ketika seseorang telah berimajinasi, muncullah berbagai macam visi dalam kehidupannya. Misalnya, seseorang yang berimajinasi menjadi seorang penulis terkenal yang tanda tangannya diperebutkan banyak orang. Maka setelah itu, mulailah ia membuat visi, misalnya saya akan menjadi penulis terkenal di tahun 2014. Jadi, untuk mendapatkan sebuah visi dalam kehidupan kita, hal pertama yang harus kita lakukan adalah BERIMAJINASI.
2.    Fantasi
Fantasi merupakan sebuah mimpi yang berkembang di luar jangkauan manusia sehingga tidak memiliki parameter yang real dalam mewujudkannya. Lain halnya dengan imajinasi, fantasi lebih bersifat TERLALU mengada-ada. Pasalnya, antara impian dan kenyataan benar-benar tidak dapat dikoneksikan. Yah misalnya saja kita ingin kembali ke kehidupan kita di masa yang lalu.
3.    Khayalan
Khayalan atau ilusi menurut Muhammad Muhibbudin merupakan wujud dari kepalsuan. Menurut Baehaqie (2005), ilusi merupakan persepsi yang salah dan palsu. Secara terminologis, ilusi berarti ide, keyakinan, atau kesan tentang sesuatu yang jelas-jelas keliru. Jika dianalogikan, ilusi itu sama halnya dengan sebuah pensil yang apabila dicelupkan kedalam air, maka ia akan terlihat bengkok. Padahal aslinya sih tetap lurus, tidak bengkok sama sekali. Ilusi tidak menghasilkan usaha dan tidak menuntut peran sensoris secara benar.


Revolusi Mental

         Revolusi Mental merupakan jargon yang diusung presiden terpilih Joko Widodo sejak masa kampanye Pemilu Presiden 2014. Revolusi mental artinya membangun manusianya terlebih dulu dan kemudian membangun jiwanya. Pendidikan mulai dari SD persentasenya 70-30 persen pembangunan karakter, sikap, perilaku dan budi pekerti. Menginjak ke tingkatan SMP, 60-40 karakter juga masih ada. SMA/SMK 80-20 persen, karakter.
       Terminologi "revolusi", kata Jokowi, tidak selalu berarti perang melawan penjajah. Menurut dia, kata revolusi merupakan refleksi tajam bahwa karakter bangsa harus dikembalikan pada aslinya.
Ada tiga sasaran dalam revolusi mental Jokowi yang akan diterapkan ke semua birokrasi dalam pemerintahannya.
1.  Merubah mindset cara berpikir dan cara pandang . Salah satu cara mengimpelementasinya adalah dalam public service pelayanan publik. Bahwa aparatur sipil negara sebagai representasi dari pemerintahan, hadir setiap rakyat membutuhkan mereka.
2.  Sasaran kedua adalah strukur. Struktur organisasi dalam amanat bapak Presiden harus ramping, efisien, tidak boleh gemuk, dan tidak boleh ada organisasi-organisasi dalam pemerintahan yang menduplikasi fungsi. Jika ada duplikasi fungsi, maka harus segera digabungkan karena tidak mungkin merampingkan struktur sekaligus menghilangkannya, tetapi dengan perampingan struktur tata kelola akan lebih sehat.
3. Sasaran ketiga adalah kultur dan budaya. Budaya kerja yang lebih disiplin, bertanggung jawab, mengedepankan kebersamaan dan gotong royong,"


Macam-Macam Paradigma Pendidikan

Macam-macam paradigma pendidikan ada empat, yaitu :

1.      Konservatisme
        Kecenderungan politik bergantung pada sejarah dan perkembangan budaya. Misalnya, konservatisme sosial mempertahankan lembaga dan proses-proses sosial yang sudah ada. Perubahan boleh tetapi harus mentaati tatanan yang sudah berlaku. Mereka tidak menolak nalar tetapi juga menerima nalar secara total. Sedangkan konservatisme reaksionisme menolak nalar dan konservatif filosofis menempatkan nalar di atas segala-galanya

2.      Liberalisme
  • Menekankan cara pemecahan masalah secara ilmiah
  • Tujuannya menuntaskan masalah praktis
  • Guru seharusnya memelihara dan memperbaiki tatanan sosial yang sudah ada
  • Murid harus mampu memecahkan masalahnya sendiri
  • Kaum liberal mendahulukan individu dari pada masyarakat
  • Psikologis dikondisikan oleh sosial
  • Psikologis adalah basis pembuktian benar-tidaknya pengetahuan
  • Konsekuensi emosional tidak mungkin dipengaruhi secara kolektif
  • Belajar mungkin berlangsung dalam matriks sosial, tetapi belajar selalu bersifat personal dan pribadi
  • Kaum liberal memandang sekolah sebagai lembaga terbuka dan lebih kritis
3.      Anarkisme
  •   Lembaga pendidikan bekerja sama dengan proses-proses politis yang memerosotkan individu, sekedar “sekerup” kelompok, sekedar butiran kepribadian dalam seronce kesosialan.
  • Pemerosotan martabat manusia secara sistematis.
  • Pendidikan adalah proses belajar lewat pengalaman sosial.
  • Sekolah mengabaikan tanggung jawab mendidik siswa secara sejati
4.      Fundamentalisme
  • Dalam pendidikan mengambil bentuk gerakan “kembali ke dasar”
  • Gerakan ini memusatkan pada suatu sasaran tertentu, seperti mengembalikan pendidikan pada “Tiga R”, yairu Read, Write, dan Arithmatic
  • Jam sekolah mengutamakan pelajaran bahasa nasional, sains, matematika, dan sejarah
  • Pendidik harus mengambil peran dominan
  • Pengajaran menggunakan sistem menghapal, PR, ujian dilaksanakan sesering mungkin
  • Rapor dibagikan sesering mungkin dengan indeks prestasi
  • Disiplin harus ketat
  • Kelulusan berdasrkan serangkaian tes-tes untuk mengetahui tingkat ketrampilan dan pengetahuan
  • Permainan dan ketrampilan diberikan di luar jam sekolah
  • Menghapus bidang studi pilihan dan meningkatkan yang wajib
  • Menolak inovasi dan menekankan pada konsep
  • Program layanan sosial di sekolah menyita waktu sekolah
  • Memasukkan “patriotirme” dan nasionalisme di sekolah

Gunung Krakatau

        Krakatau adalah kepulauan vulkanik yang masih aktif dan berada di Selat Sunda antara pulau Jawa dan Sumatra yang termasuk dalam kawasan cagar alam. Nama ini pernah disematkan pada satu puncak gunung berapi di sana (Gunung Krakatau) yang sirna karena letusannya sendiri pada tanggal 26-27 Agustus 1883. Letusan itu sangat dahsyat; awan panas dan tsunami yang diakibatkannya menewaskan sekitar 36.000 jiwa. Sampai sebelum tanggal 26 Desember 2004, tsunami ini adalah yang terdahsyat di kawasan Samudera Hindia. Suara letusan itu terdengar sampai di Alice Springs, Australia dan Pulau Rodrigues dekat Afrika, 4.653 kilometer. Daya ledaknya diperkirakan mencapai 30.000 kali bom atom yang diledakkan di Hiroshima dan Nagasaki di akhir Perang Dunia II.
         Letusan Krakatau menyebabkan perubahan iklim global. Dunia sempat gelap selama dua setengah hari akibat debu vulkanis yang menutupi atmosfer. Matahari bersinar redup sampai setahun berikutnya. Hamburan debu tampak di langit Norwegia hingga New York.
         Ledakan Krakatau ini sebenarnya masih kalah dibandingkan dengan letusan Gunung Toba dan Gunung Tambora di Indonesia, Gunung Tanpo di Selandia Baru dan Gunung Katmal di Alaska. Namun gunung-gunung tersebut meletus jauh pada masa ketika populasi manusia masih sangat sedikit. Sementara ketika Gunung Krakatau meletus, populasi manusia sudah cukup padat, sains dan teknologi telah berkembang, telegraf sudah ditemukan, dan kabel bawah laut sudah dipasang. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa saat itu teknologi informasi sedang tumbuh dan berkembang pesat.
       Tercatat bahwa letusan Gunung Krakatau adalah bencana besar pertama di dunia setelah penemuan telegraf bawah laut. Kemajuan tersebut, sayangnya belum diimbangi dengan kemajuan di bidang geologi. Para ahli geologi saat itu bahkan belum mampu memberikan penjelasan mengenai letusan tersebut.Gunung Kratau yang meletus , getarannya terasa sampai Eropa.
•    Sejarah meletusnya gunung krakatau
        Diambil dari sebuah teks Jawa Kuno yang berjudul Pustaka Raja Parwa yang diperkirakan berasal dari tahun 416 Masehi. Isinya antara lain menyatakan:
” Ada suara guntur yang menggelegar berasal dari Gunung Batuwara. Ada pula goncangan bumi yang menakutkan, kegelapan total, petir dan kilat. Kemudian datanglah badai angin dan hujan yang mengerikan dan seluruh badai menggelapkan seluruh dunia. Sebuah banjir besar datang dari Gunung Batuwara dan mengalir ke timur menuju Gunung Kamula…. Ketika air menenggelamkannya, pulau Jawa terpisah menjadi dua, menciptakan pulau Sumatera “
        Berdasarkan catatan teks jawa kuno tersebut, ketinggian krakatau purba diperkiraan setinggi 2000 m. Letusan krakatau purba ini juga dianggap turut andil atas berakhirnya masa kejayaan Persia purba, transmutasi Kerajaan Romawi ke Kerajaan Byzantium, berakhirnya peradaban Arabia Selatan, punahnya kota besar Maya, Tikal dan jatuhnya peradaban Nazca di Amerika Selatan yang penuh teka-teki. Ledakan Krakatau Purba diperkirakan berlangsung selama 10 hari dengan perkiraan kecepatan muntahan massa mencapai 1 juta ton per detik. Ledakan tersebut telah membentuk perisai atmosfer setebal 20-150 meter, menurunkan temperatur sebesar 5-10 derajat selama 10-20 tahun.
       Letusan gunung krakatau purba yang terjadi pada ratusan ribu tahun lalu tersebut, menghancurkan dan menenggelamkan 2/3 bagian krakatau purba. Akibat letusan tersebut, menyisakan 3 pulau, yaitu Pulau Rakata, Pulang Panjang, dan Pulau Sertung. Pertumbuhan lava yang terjadi didalam kaldera rakata membentuk 2 pulau vulkanik baru, yaitu Danan dan Perbuatan.
         Pada tanggal 27 Agustus 1883, terjadi letusan mahadahsyat (skala VEI/Volcano Eruption Index = 6.0) yang menghancurkan 60% tubuh krakatau di bagian tengah sehingga terbentuk lubang kaldera sepanjang 7 km dan menyisakan 3 pulau kecil, yaitu Pulau Rakata, Pulau Sertung, dan Pulau Panjang. Letusan krakatau tersebut dapat terdengar hingga 4600 km. Ledakan Krakatau telah melemparkan batu-batu apung dan abu vulkanik dengan volume 18 kilometer kubik. Semburan debu vulkanisnya mencapai 80 km. Benda-benda keras yang berhamburan ke udara itu jatuh di dataran pulau Jawa dan Sumatera bahkan sampai ke Sri Lanka, India, Pakistan, Australia dan Selandia Baru. Dampak dari letusan gunung krakatau adalah tercatat jumlah korban yang tewas mencapai 36.417 orang dan menimbulkan tsunami. Aktivitas gunung krakatau dimulai sejak tiga bulan sebelumnya. “Terjadilah letusan yang amat dahsyat…gumpalan abu menyembur ke udara setinggi 70 kilometer, dibarengi dengan tsunami. Ombak setinggi 40 meter menyapu habis pantai sebelah Sumatra dan Jawa di kawasan selat Sunda.