Selasa, 27 Januari 2015

Arti Lambang Kota Cilegon


 


Berdasarkan Perda Nomor 2 Tahun 2000 tentang Lambang Daerah
 (1) Lambang Daerah berbentuk perisai, yang didalamnya terdapat bentuk gambar dan warna serta bagian atas terdapat tulisan “KOTA CILEGON”
dibagian bawah didasari pita yang bertuliskan “AKUR SEDULUR JUJUR ADIL MAKMUR”
(2) Lambang Daerah terdiri dari 3 (tiga) bagian dengan perincian sebagai berikut :
a. Bentuk gambar terdiri dari :
1. Bintang yang berujung 5 (lima) melambangkan Pancasila sebagai Dasar Negara Republik Indonesia, bahwa Ketuhanan Yang Maha Esa adalah
asas yang luhur ;
2. Tugu Geger Kota Cilegon yang menjulang tinggi melambangkan kekompakkan aparat dengan seluruh lapisan masyarakat yang beraneka
ragam suku dan agama ;
3. Lidah Api yang berujung 9 (sembilan) melambangkan semangat yang berkobar-kobar tiada henti ;
4. Padi dan Kapas melambangkan Kota Cilegon cukup sandang dan pangan ;
5. Pena melambangkan Kota Cilegon sebagai Kota Pendidikan ;
6. Gunung adalah Gunung Batur sebagai zona batas gerilya para pejuang Kota Cilegon ;
7. Dinding adalah benteng Surosoan yang terdiri dari 27 (dua puluh tujuh) bata dan 4 (empat) puncak ;
8. Gapura Kaibon melambangkan Kota Cilegon sebagai Pintu Gerbang antara Pulau Jawa dan Sumatera ;
9. Ombak laut yang berjumlah 9 (sembilan) melambangkan masyarakat Kota Cilegon yang dinamis dan energik ;
10. Laut dan Jangkar melambangkan Kota Cilegon adalah Kota Pelabuhan sebagai jembatan yang menghubungkan pulau Jawa dan Sematera ;
11. Roda Gigi melambangkan Kota Cilegon sebagai Kota Industri ;
12. Pita melambangkan persatuan dan kesatuan masyarakat Kota Cilegon yang kuat ;
b. Warna Lambang Daerah terdiri dari :
1. Warna Merah melambangkan keberanian dan dinamis didasari kebenaran ;
2. Warna Putih melambangkan kesucian dan kejujuran ;
3. Warna Kuning melambangkan keadilan, kekuasaan, kewibawaan dan keanggunan ;
4. Warna Hitam melambangkan ketabahan dan kelanggengan ;
5. Warna Hijau melambangkan kesejukan, kesegaran dan Kemakmuran ;
6. Warna Biru melambangkan keaslian, kejernihan dan kesentosaan ;
7. Warna Coklat melambangkan keteguhan dan semangat ;
c. Lambang Daerah yang terdiri atas bentuk gambar dan warna mempunyai makna :
1. Kapas berjumlah 17 (tujuh belas), Roda Gigi berjumlah 8 (delapan) dan Padi berjumlah 45 (empat lima) yang bermakna Kemerdekaan
Republik Indonesia, 17 Agustus 1945 ;
2. Dinding Bata Benteng Surosoan berjumlah 27 (dua puluh tujuh), Puncak Benteng berjumlah 4 (empat), Lidah Api berjumlah 9 (sembilan) dan
Ombak Laut berjumlah 9 (sembilan) mempunyai makna Kelahiran Kota Cilegon, 27 April 1999 ;
(3) Arti Semboyan Lambang Daerah adalah sebagai berikut :
a. AKUR SEDULUR berarti wacana dan konfigurasi kebhinekaan Indonesia yang perlu tetap indah terjalin dalam wujud persatuan yang utuh, harmonis,
saling mendukung, damai dengan sesama, rasa saling menghargai dalam kehidupan yang Kosmopolitan multi etnis ;
b. JUJUR berarti esensi kehidupan yang hakiki adalah semata-mata anugerah Allah SWT, oleh karena itu amanah harus dapat terpelihara dan ditanamkan
dengan kejujuran terhadap diri sendiri atau dengan sesama serta kepada-Nya ;
c. ADIL MAKMUR berarti kebutuhan universal dan menyiratkan keinginan keadilan yang berkemakmuran dan kemakmuran yang berkeadilan lahir batin bagi seluruh Rakyat Indonesia sebagaimana diamanatkan UUD 1945.

Mengapa Perlu Belajar Filsafat?

Pernahkah kita bertanya dalam hati, apa tujuan hidup ini? Atau mengajukan pertanyaan, mengapa saya ada? Memang, agama memberikan jawaban. Namun, apakah kita puas dengan jawaban yang diberikan agama?

Jika kita tidak puas dengan jawaban dari agama, ataupun dari tradisi kita, maka belajar filsafat adalah sesuatu yang mesti kita lakukan. Setidaknya dengan mempelajari filsafat, kita bisa menemukan metode yang lebih tepat untuk memahami dan mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan dasar tersebut.

1.    Dengan belajar filsafat, kita akan mendapatkan beberapa keterampilan seperti; memikirkan suatu masalah secara mendalam dan kritis, membentuk argumen dalam bentuk lisan maupun tulisan secara sistematis dan kritis, mengkomunikasikan ide secara efektif, dan mampu berpikir secara logis dalam menangani masalah-masalah kehidupan yang selalu tak terduga.
2.    Dengan belajar filsafat, kita akan mampu melihat masalah dari berbagai sisi, berpikir kreatif, kritis, dan independen, mampu mengatur waktu dan diri, serta mampu berpikir fleksibel di dalam menata hidup yang terus berubah.
3.    Berpikir filsafat sangat penting untuk membangun kerangka berpikir kita, karena dalam filsafat kita dituntut kritis dan sistematis, serta memperntanyakan hal-hal yang bersifat fundamentalis, hal ini punya tujuan untuk terus “memeras” otak kita agar berfikir dan merenung agar kita mempunyai pemahaman yang integral dan komprehensif terhadap segala sesuatu, tidak parsial atau setengah-setengah atau hanya dari doktrin belaka
4.    Dengan belajar filsafat atau tepatnya belajar memahami secara lebih baik, kita tidak akan menjadi egois alias mengaku yang paling benar.